Breaking News
Tampilkan postingan dengan label jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jiwa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2016

Sedikit ber-Sastra


Aku…
Adalah orang yang tak pernah mengenal cinta.
Namun, berkat hadirmu…
Keinginan tuk bangun cinta hadir begitu saja.
Aku,
Adalah orang yang tak mengerti bagaimana caranya tuk dapat kekasih hati,
Namun, semenjak kehadiranmu itu, sudah begitu banyak do’a yang aku titipi pada Ilahi.
Kumohon, jangan kau tersenyum padaku…
Semakin sakit rasanya jika kau seperti itu,
Sebab mengharapkanmu, amatlah mustahil bagiku.
Kau ada di atas langit yang tinggi,
Sementara aku hanya bisa tengadah meratapimu disini.
Tidaklah mudah menjadi aku yang harus menyembunyikan harapan dibalik keadaan.
Tidaklah mudah menjadi diriku yang harus menetralkan semua rasa dengan keikhlasan.
Cintaku padamu bagai pungguk merindukan bulan.


Setia Furqon Kholid
Inspirasi buku “Apa Ada Cinta?”
Read more ...

Senin, 12 Desember 2016

Sebuah Cerita saat Kuliah


Ilmu membentuk kita. kadang orang suka bilang bahwa dunia akademik itu dunia yang sangat sepi sebenarnya, karena anda berkumul dengan hasil refleksi anda sendiri. tapi ketika anda merasa mentok, janganlah berputus asa. Karena sebenarnya semuanya sudah disajikan, semua teori yang ada sebenarnya sudah memberikan perkakas kepada anda untuk bisa selalu lebih optimis. Tapi dalam optimis itu anda harus tahu bahwa kita juga akan selalu bisa gagal.

Cerita si siplus (siprus?), cerita yunani kuno. Ada manusia dia dikutuk oleh dewa, dia harus mendorong batu keatas bukit, tapi setiap kali dia mau sampai keatas bukit, dia akan jatuh kebawah lagi, dan dia akan terus mendorong batu itu sampai akhir zaman. Dan itulah kutukan manusia, kira2. Gambaran itu mau mendeskripsikan, bahwa kita manusia selalu merasa bahwa kita mampu tapi sebenarnya, di titik2 ktika kita mau sampai di tujuan kita pasti akan gagal terus. Cerita itu bisa dibaca dengan 2 cara. cara pertama, itu kasihan banget. Tapi cara yang kedua, dan ini yang saya suka, adalah bahwa justru itu yang membuat kita menjadi manusia yang sebenarnya. Bahwa kita setiap hari berjuang, kita setiap hari berusaha. Bahwa tujuan akhir itu ya hanya satu, yaitu kematian itu sendiri. jadi jangankan anda, sampai saat ini saya juga merasakan pergumulan yang sama. banyak sekali hal2 yang ingin saya pahami, tapi saya tidak bisa memahaminya. Mungkin karena ilmu saya yang masih terbatas atau saya juga masih keliru dalam membaca teori dan lain sebagainya. tapi the point is, intinya adalah kita harus terus menerus mendorong batu itu. karena apabila sekali kita sampai tujuan, akhirnya bingung mau ngapain lagi. jadi justru yang membuat kita menjadi manusia adalah karena ketidaksempurnaan kita, dan kita selalu punya kekosongan itu. kalo dalam psikoanalisa itu namanya lack, ada sesuatu yang lack didalam dirikita. Kita tidak minta dilahirkan didunia ini, tapi kemudian tiba2 kita ada, dan kemudian kita harus berusaha mengisi hidup itu. kemudian anda mengikuti kegiatan macem2, sekolah, karier, anda berusaha melakukan berbagai jenis kegiatan bahkan sampai anda berkeluarga, punya anak, dan sebagainya. itu semua dalam rangka mengisi apa sih tujuan hidup kita didunia ini. Makanya agama itu luarbiasa sekali sebenarnya, karena dia memberikan panduan itu.

Sebenarnya ketika kita membicarakan strukturalis ini kita banyak ngomongin tentang bahasa dan kekuasaan, sampai ketitik kita sebenarnya, kita akan berkesimpulan bahwa manusia itu tidak punya esensi, kita itu sebenarnya kosong. Kita berpikir kita ada, tapi kita berpikir kita ada itu karena bahasa. Kalau tidak ada bahasa bagaimana, kamu bisa menjelaskan siapa sebenarnya dirimu? Jadi kamu punya esensi atau bahasa dulu. Manusia dulu atau bahasa dulu? Bahkan nanti sampai yang namanya keinginan, cita2, identitas, itu sebenarnya semua konstruksi bahasa, kita berusaha menyerap dan menjadikan


Anda laki2? Bagaimana anda bisa mengatakan anda laki2? Biologis tentunya. terus Kenapa nada harus pakai kemeja dan celana panjang? Karena konstruksi, dan konstruksi itupun, itu tidak bisa membuat kita merasa sepenuhnya jadi laki2 . sebenarnya kal o saya nyaman dengan kelaki2an saya, saya bisa kekampus pakai rok dong. Tapi saya masih merasa ngga yakin, makanya saya pakai celana panjang dan kemeja, tapi saya masih ngga merasa ngga yakin juga, kemudian saya menggaharkan suara saya, kemudian mengembangkan sifat2 maskulinitas, saya suka olahraga. Tapi masih ngga cukup juga, saya masih belum merasa jadi laki2. Kemudian kalo malam minggu saya sering keluar dan cari orang untuk berantem dan sebagainya, masih ngga cukup juga, cari pacar. Pacarnya ngga harus selalu dengan perempuan kan? Yang penting saya menjadi maskulin aja. Lawannya mau seperti apa, kalau….sebenarnya post strkturalis menunjukkan bahwa manusia ini tidak punya esensi, tpi justru karena tidak punya esensi, kita kemudian mencari supaya kita punya esensi, dan kemudian kita terus menghidupi itu. kenapa sebenarnya beli parfum harus merek axe? Kenapa harus beli sepatu yang bukan haihil? Kemudian kita akan melihat ternyata dunia ini sudah dibentuk oleh rezim. Apa implikasinya kemudian ketika kita ketemu dengan manusia yang tidak tunduk terhadap standar laki2 dan perempuan, kita selalu mempertanyakannya kan? Kok bisa seperti ini, atau kita jadi merasa ada sesuatu yang asing. Nah ini akan banyak mengganggu fantasi sebenarnya post strukturalis ini. 

Read more ...

Minggu, 11 Desember 2016

Nasionalisme Saya Terusik


Saya adalah seorang yang sangat nasionalis. Saya sangat mencintai negeri ini. saya adalah seorang radikal, saya mencintai negeri ini secara radikal. Kalau dibelah dada saya mungkin bisa ditemukan tulisan NKRI – setelah Allah dan Rasul,Ayah  dan Bunda, dan tentunya Ukhti Sholihah. Ehalah…. Kurang cinta apa lagi coba saya terhadap negeri ini ?

Saya sangat hapal lagu kebangsaan Indonesia Raya. jiwa dan raga ini selalu bergetar jika lagu kebangsaan tersebut dinyanyikan pada upacara, dan acara-acara resmi yang mengawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan. Baru setelah itu ada hymne Gadjah Mada yang selalu membuat jiwa ini bangga dan bergelora, tapi ini penilaian subjektif dari saya. Tapi saya pastikan bahwa setiap anak manusia di negeri ini pasti bergetar jiwanya jika menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Saya akhir-akhir ini agak sedikit religius – bukannya mau riya ya, jadi saya usahakan sholat subuh tepat pada waktunya. Dulu sih sholat subuh ya kalau sudah ada sinar matahari yang menyelinap masuk ke kamar kos lewat kaca jendela dan menyilaukan mata yang masih berat untuk terbuka. selain fadhilah sholat subuh yang sangat besar jika dikerjakan tepat waktu dan berjamaah, manfaat lain saya juga bisa ikut menyanyikan atau paling tidak mendengarkan lagu kebanggaan saya dikumandangkan di seluruh stasiun televisi nasional di negeri ini di pagi hari setelah waktu subuh. Ya, lagu itu adalah Indonesia Raya.  

Tapi beberapa kurun waktu belakangan, ada yang mengusik rasa nasionalisme saya. Saya khawatir lagu Indonesia Raya kebanggaan seluruh rakyat Indonesia ini mulai ada pesaingnya yang mengisi kognisi rakyat Indonesia. Ada satu lagu yang saat ini mulai sedikit banyak dihapal orang. Terutama generasi muda, lebih-lebih para adik-adik yang lucu, yang masih berada di bangku sekolah. Lagu apa itu? dialah Mars Perindo. Sebuah lagu yang saya kira cukup easy listening. Lagu ini adalah semacam kampanye dari partai Perindo. Bukan dalam rangka pemilu, tapi ini adalah kampanye jangka panjang, yang bertujuan mengenalkan dan membangun image partai. Saya takut kalau-kalau nanti lagu ini lebih dihapal, lebih merasuk ke jiwa, lebih mendarah daging, dan akhirnya menyaingi atau bahkan menggeser kemapanan lagu Indonesia Raya.

Kekhawatiran ini bukan tanpa sebab. Ada beberapa hal yang membuat kekhawatiran ini menjadi muncul dan membuat resah rasa nasionalisme saya. Pertama, lagu ini setiap hari dikumandangkan di stasiun televisi milik MNC group, kita tahu ini adalah media milik Hary Tanusudibyo, sang pendiri partai, sekaligus pemeran utama dalam tayangan Mars pelindo. Kedua, lagu ini ditayangkan pada jam-jam dimana orang pasti menyaksikan televisi, yakni setelah subuh, siang hari ketika beristirahat sejenak dari aktivitas pekerjaan, dan sore atau malam hari ketika orang telah lelah beraktivitas. Itulah waktu yang saya kira sangat krusial. Dan saya sudah menyaksikan diketiga waktu itu. coba bandingkan dengan intensitas kita mendengarkan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. mungkin hanya sekali seminggu ketika upacara bendera. Itupun bagi anak-anak sekolah dan mereka yang mengabdi di dunia pendidikan. Pun dengan para aparatur negara. lalu para profesional dan lain-lainnya bagaimana?

Ketiga, lagu ini mudah sekali untuk dihapal. Sangat easy listening. Jika dibanding mars atau hymne dari partai lain yang komposisi musik dan liriknya tidak semudah Mars Pelindo untuk dihapal. Bahkan beberapa partai politik saya belum pernah mendengarkan lagu kebesaran mereka. Keempat, saya tidak tahu kapan iklan ini akan diberhentikan. HT sang pemilik MNC grup tentu tak perlu pusing memikirkan biaya penayangan iklan politik, pun dengan batasan waktu pemasangan iklan. Kecuali rezim yang sensitif atas hal tersebut,  dan mulai menggoyahkan penayangan iklan politik Mars Perindo.  

Diakui beberapa kali saya juga bersemangat untuk mendengarkan lagu ini. saya palingkan tubuh saya dari aktivitas lain untuk menghadap layar televisi dan mengikuti lagu tersebut dengan semangat. Tapi saya menganggap ini hanya sebagai hiburan saja. Kadang  saya lelah, dan kemudian ada senda gurau politisi yang bisa sedikit mengurangi rasa lelah dan stres, ya saya ikuti saja lah. Sambil tertawa dalam hati dan membatin “ehalah manusia, memang kau pemain senda gurau yang hebat”. Tapi ini tidak bisa menghilngkan kekhawatiran saya terhadap rakyat di negeri ini, yang bisa saja teracuni oleh iklan politik ini. dan kekhawatiran atas nasib lagu kebangsaan Indonesia Raya yang saya kira mulai terancam kemapanan dan kesakralannya atas kehadiran iklan ini.

Njuk aku kudu piye yo?    
Read more ...

Sabtu, 05 November 2016

Tuhan, dia milik-Mu


Tuhan...dia cantik
Tuhan...dia anggun
Tuhan...dia teduh
Tuhan...dia meneduhkan
Tuhan...dia menyejukkan
Tuhan...dia bersahaja
Tuhan...dia pintar
Tuhan...dia pejuang
Tuhan...dia berkerudung panjang
Tuhan...dia beragama dengan baik
Tuhan...begitu indah Engkau ciptakan dia, rupa dan akhlaknya
Tuhan...jagakan selalu dirinya ya
Tuhan...ikat hatinya agar selalu terpaut hanya pada-Mu
Tuhan...Engkau bilang bahwa Engkau Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pemurah
Tuhan...Engkau bilang bahwa Engkau Penguasa Segalanya, Engkau Pemilik Segalanya, Engkau Sang Raja
Tuhan...dia itu milik-Mu kan
Tuhan...cukuplah aku meminta dia hanya kepada-Mu

Kan dia milik-Mu


Gadis anggun nan bersahaja yang teduh-meneduhkan


Read more ...

Rabu, 02 November 2016

Sebuah Janji kepada Ayah dan Bunda Tercinta

source : topi-toga.com

Percakapan denganmu meskipun melalui telepon terasa sangat hangat. Anakmu yang sedang menuntut ilmu di kota pelajar saat ini sedang berada dalam fase genting, nggarap sekripsi. Engkau selalu berharap anakmu yang paling besar ini agar bisa segera lulus dan bisa langsung melanjutkan ke jenjang S2 dengan mencari beasiswa. Ibu, aku tahu harapanmu sangat besar akan itu. Bapak, mungkin engkau sedikit bisa berkompromi denganku bahwa anakmu ini setelah lulus nanti akan bekerja dulu barang 2 atau 3 tahun, setelah itu baru melanjutkan ke jenjang S2.

Ibu, anakmu yang belajar di rumpun ilmu sosial politik ini masih terlalu dangkal ilmu dan pengetahuannya. Mungkin bisa dibilang kuliahku tidak begitu progresiv dalam menangkap dan memahami keilmuanku. Tapi bagiku keberkahan selama proses belajar lebih utama, baru kemudian transfer knowledge yang kudapatkan dari para guru-guru peradaban.

Rasa-rasanya kalau setelah lulus dari jenjang S1 ini aku langsung lanjutkan ke S2, mungkin akan banyak tantangan.  Jujur, aku minder. Aku tidak sepintar mahasiswa lain dalam menjelaskan sebuah teori, aku tidak sehebat mahasiswa lain dalam membangun argumen – yang dalam ilmu politik merupakan senjata utama. Anakmu ini butuh banyak belajar lagi. banyak buku yang harus dibaca. Banyak tulisan yang harus kubuat. Banyak pemikiran yang harus dipelajari dan dipetakan. Ya, aku harus banyak belajar lagi. Pun begitu dengan kemampuan bahasa inggrisku yang dari dulu hanya begitu-begitu saja. Bagaimana mau kuliah di tanah Inggris kalau bahasa inggris pun tak aku kuasai?  

Pak,Buk. Tenang saja, anakmu yang tidak terlalu pintar ini, yang tidak begitu progresiv ini, akan tetap berjuang dalam menuntut ilmu. Sebuah azzam,tekad,dan niat dalam diri ini bahwa suatu saat nanti, beberapa tahun lagi dari aku menulis ini, aku adalah seorang mahasiswa program pascasarjana di tanah britania raya, Inggris. Tanah yang menjadi awal munculnya revolusi industri. bahkan sampai jenjang S3 pun akan aku kejar dan aku upayakan. katanya negara ini masih membutuhkan banyak Doktor pak,buk. tenang saja, anakmu akan jadi salah satu dari para Doktor yang akan turut membangun bangsa ini. turut pula memberikan kontribusi bagi agama. 

Pak,Buk, engkau selalu bilang akan selalu mendoakan yang terbaik bagi anakmu. Aku percaya, dan aku pun selalu mendoakan engkau wahai bapak, wahai ibuk. Dalam pemikiran anakmu ini, saat ini, inilah rencana terbaik yang telah kususun. Kutamatkan dulu studi S1, bekerja sembari mencari pengalaman dan belajar untuk mempersiapkan studi S2, baru kemudian melanjutkan studi S2. Doakan anakmu ini pak,buk. Anak yang selalu merepotkanmu, tapi juga menjadi kebanggaan bagimu. Kalaupun Allah punya rencana lain, tentu itu pasti lebih indah.

Pak,Buk, anakmu ini juga tengah mendambakan seorang gadis idaman. Yang didalam dirinya terdapat jiwa yang teduh dan meneduhkan. Ia anggun. Ia bersahaja. Ia cantik. Anakmu selalu berdoa bahwa ia adalah seseorang yang suatu hari nanti akan menemaniku belajar di tanah Inggris. Juga menemani sepanjang hidupku. Semoga niat baik anakmu ini akan di kabulkan dan dimudahkan jalannya oleh Allah. Anakmu selalu percaya bahwa Allah akan mengabulkan doa Hambanya, pun aku percaya bahwa doa mu wahai bapak, wahai ibuk, akan di ijabah oleh-Nya. Aku percaya.
Read more ...
Designed By